6 Amalan Ini Adalah Amalan Terbaik Nabi SAW.. No 5 Yang paling Senang Dilakukan Bila-bila Masa


Setelah memaklumi bahwa lailatul qadr berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tentu seorang hamba harus mempersiapkan dirinya dengan beberapa amalan shahih yang, kalau dikerjakan pada lailatul qadr, nilai amalan itu tentu lebih baik daripada dikerjakan selama seribu bulan.

Amalan shahih apapun, yang dikerjakan pada lailatul qadr, akan mengandung keutamaan tersebut. Oleh karena itu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam sangat memaksimalkan amalan shalih pada sepuluh malam terakhir sebagaimana diterangkan oleh Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ

“Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, suatu hal yang beliau tidak bersungguh-sungguh (seperti itu) di luar (malam) tersebut.” [1]

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim mencontoh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam kesungguhan beliau dalam hal menjalankan ibadah.

Berikut beberapa amalan yang pelaksanaannya sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pertama: Qiyamul Lail
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berdiri (untuk mengerjakan shalat) pada lailatul qadr karena keimanan dan hal mengharap pahala, akan diampuni untuknya segala dosanya yang telah berlalu.” [2]

Perihal amalan ini juga diterangkan oleh Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,
كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, bila sepuluh malam terakhir telah masuk, mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” [3]

Kedua: Membaca Al-Qur`an
Al-Qur`an Al-Karim memiliki kekhususan kuat berkaitan dengan bulan Ramadhan bahwa Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an.” [Al-Baqarah: 185]

Dimaklumi pula bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam memberi perhatian lebih terhadap Al-Qur`an pada bulan Ramadhan sehingga Jibril turun pada bulan Ramadhan untuk Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang membaca Al-Qur`an sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam orang yang terbaik dengan kebaikan, dan beliau lebih terbaik pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menjumpai beliau setiap tahun pada (bulan) Ramadhan hingga bulan berlalu. Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam memperhadapkan Al-Qur`an kepada (Jibril). Apabila Jibril menjumpai (Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam), beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang lebih baik dengan kebaikan daripada angin yang berembus tenang.” [4]

Dimaklumi oleh setiap muslim, keutamaan Al-Qur`an dalam segala hal, baik dalam membacanya, menadabburinya, mempelajarinya, maupun hal-hal selainnya.

Ketiga: I’tikaf
I’tikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ. Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.
I’tikaf adalah ibadah sunnah pada bulan Ramadhan serta di luar Ramadhan. Amalan tersebut adalah syariat yang telah ada pada umat-umat sebelum umat Islam dan merupakan mahligai kaum salaf shalih.

Dasar pensyariatan amalan itu adalah firman Allah Subhânahu wa Ta’âlâ,
وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“Sedang kalian beri’tikaf di dalam masjid.” [Al-Baqarah: 187]
Ayat di atas masih dalam rangkaian penjelasan hukum-hukum seputar puasa Ramadhan. Jadi, I’tikaf memiliki kekhususan berkaitan dengan Ramadhan. Oleh karena itu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana diterangkan oleh hadits Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,

أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri beliau beri’tikaf setelah itu.” [5]

Keempat: Memperbanyak Doa
Doa adalah ibadah yang sangat agung, merupakan sifat para nabi dan rasul serta ciri orang shalih. Keutamaan, perintah, dan manfaat doa sangatlah banyak diterangkan dalam Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam.
Keberadaan doa pada bulan Ramadhan sangatlah kuat. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menyebut tentang amalan tersebut di sela-sela pembicaraan tentang hukum-hukum puasa. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [Al-Baqarah: 186]
Dimaklumi pula bahwa pertengahan malam adalah waktu yang baik untuk berdoa,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ (وَفِيْ رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ : حِيْنَ يَمْضِيْ ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَوَّلُ, وَفِيْ رِوَايَةٍ أُخْرَى لَهُ : إِذَا مَضَى شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ 
ثُلُثَاهُ) فَيَقُوْلُ مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهِ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabâraka wa Ta’âlâ turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam terakhir tersisa (dalam salah satu riwayat Muslim, ‘Ketika sepertiga malam pertama telah berlalu,’ dan dalam riwayat beliau yang lain, ‘Apabila seperdua atau dua pertiga malam telah berlalu,’), kemudian berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkan untuknya, barangsiapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberikan untuknya, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.’.” [6]

Kelima: Taubat dan Istighfar
Taubat dan istighfar adalah amalan yang dituntut pada seluruh keadaan. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian seluruhnya kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” [An-Nûr: 31]
Malam hari adalah tempat untuk bertaubat dan beristighfar bagi orang-orang yang bertakwa. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ. آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ. كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan pada mata air-mata air, sambil mengambil sesuatu yang diberikan oleh Rabb mereka kepada mereka. Sesungguhnya, sebelumnya di dunia, mereka adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; Dan pada akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).” [Adz-Dzâriyât: 15-18]

Keenam: Umrah
Umrah termasuk amalan shalih yang agung, penuh dengan keutamaan dan kebaikan, serta lebih utama untuk diamalkan pada bulan Ramadhan karena Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عُمْرَةً فِيْ رَمَضَانَ تَقْضِيْ حَجَّةً مَعِيْ
“Umrah pada bulan Ramadhan menggantikan haji bersamaku.” [7]

Demikian beberapa contoh amalan shalih pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Wallâhu A’lam.

[1] Diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Majah.
[2] Diriwayatkan oleh Al-Bukhary, Muslim, Abu Dâwud, At-Tirmidzy, dan An-Nasâ`iy.
[3] Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry (konteks hadits ini milik beliau), Muslim, dan Abu Dâwud.
[4] Diriwayatkan oleh Al-Bukhary, Muslim, dan An-Nasâ`iy.
[5] Diriwayatkan oleh Al-Bukhary, Muslim dan Abu Dâwud.
[6] Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry, Muslim, Abu Dâwud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Mâjah.
[7] Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry, Muslim, Abu Dâwud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Mâjah.

sumber http://dzulqarnain.net/beberapa-amalan-yang-dianjurkan-pada-sepuluh-malam-terakhir-ramadhan.html

Ramai Wanita yang Uzur Sewenangnya Makan Di Khalayak Ramai? Dan Ramai Juga Yang Pandai Remeh Tentang Isu Ini.. Baca INi

gambar hiasan

Bolehkah yang uzur terus makan?

Soalan: Seseorang yang boleh berbuka kerana musafir, bolehkah dia teruskan makan apabila sudah sampai ke tempat yang dituju ataupun kena tahan diri sehingga waktu berbuka. Macam itu juga bagi yang sakit pada awal hari tapi sembuh sebelum waktu berbuka, bolehkah dia terus makan atau kena tunggu sehingga masuk waktu berbuka?

Jawapan:
1. Para ulama seterusnya berbeza pendapat mengenai seseorang musafir yang berbuka puasa; apakah dia wajib menahan diri dari makan dan minum apabila sudah sampai ke negeri atau tempat tujunya, sedangkan orang ramai berpuasa. Pendapat yang terpilih; dia tidak wajib menahan diri dari makan dan minum kerana dia tidak berpuasa dan perbuatan itu tidak memberi apa-apa makna kepadanya. Ia bukan suatu puasa yang sah kerana dia telah pun berbuka. Tiada dalil syarak yang mewajibkannya berbuat demikian. Kata Abdullah bin Masud r.a:
مَنْ أَكَلَ أَوَّلَ النَّهَارِ فَلْيَأْكُلْ آخِرَهُ“Sesiapa yang makan pada awal hari, maka dia boleh makan pada akhir hari” (Riwayat Ibn Abi Syaibah dalam al-Musannaf dan al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra).

Demikian juga bagi wanita haid, nifas dan sakit. Mereka boleh makan tanpa perlu menahan diri pada siang hari pada bulan Ramadan.


2. Namun, hendaklah mereka menyembunyikan perbuatan makan di siang hari tersebut. Sekalipun syarak mengizinkan mereka, namun orang ramai tidak mengetahuinya, maka itu akan menjadi tohmahan dan fitnah. Begitu juga ia boleh menggalakkan perbuatan tidak berpuasa bagi mereka yang tidak layak berbuka pada bulan Ramadan. Islam agama yang berusaha mengelakkan fitnah dan salah sangka dalam kalangan manusia.

3. Maka, seseorang yang mempunyai alasan yang diizinkan syarak untuk berbuka puasa pada bulan Ramadan seperti faktor musafir ini –seperti perbahasan di atas-, maka dia boleh berbuka dan diganti pada hari-hari yang lain.

sumber FB drmaza.com

Kita Seringkali Bertelingkas Tentang Mazhab, Ada 4 Cara Bagaimana Kita Boleh Elakkan, No 2 Paling Mudah Dilakukan


SYARIAH Islamiah ialah syariah yang lengkap dan sempurna, hukum-hakamnya sesuai dengan semua keadaan. Bagi umat Islam terdapat pelbagai aliran mazhab fiqh yang muktabar, ada yang menyenaraikan sebanyak 13 mazhab, namun empat mazhab yang tersebar luas dan mempunyai ramai pengikut di seluruh dunia, dan menjadi pendapat yang dipegang dan diamalkan masyarakat umum iaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafie, dan Hanbali.

Keempat-empat mazhab ini mempunyai peraturan, kaedah dan panduan yang sempurna lagi lengkap, ditulis oleh ulama mereka dalam kitab masing-masing. Ia menjadi bahan tidak ternilai dalam perbendaharaan perundangan Islam.

Walaupun daripada pandangan luar dilihat seolah-olah kita umat Islam berpecah-pecah. Namun, jika tidak difahami dengan baik dan hati yang terbuka, kepelbagaian mazhab ini boleh menimbulkan masalah perpecahan dalam kalangan umat Islam. Bagi mengelakkan keadaan ini, umat Islam perlu memahami fiqh perbezaan pendapat dan menghayati prinsipnya dengan jalan yang benar.

Hakikatnya perbezaan pendapat antara imam mazhab bukanlah sesuatu yang besar. Perbezaan mereka tidak lain hanyalah kepada perkara-perkara kecil dan cabang yang berkisar perihal perkara-perkara furu’ (cabang) dan bukannya perkara-perkara usul (asas) keislaman.

Perbezaan dan Perselisihan
Perbezaan furu’ dan bukan usul sebagaimana yang dinyatakan di atas diumpamakan oleh Abu Al-Fath Al-Bayanuni sebagai: "Satu jenis buah-buahan yang berasal dari sebatang pohon pokok; bukannya berjenis-jenis buah yang berasal dari berlainan pohon pokok.

"Batang pohon yang satu adalah kitab ALLAH SWT dan sunnah sementara ranting-rantingnya adalah dalil-dalil syarak dan cara berfikir yang berjenis-jenis; manakala hasil buahnya pula adalah hukum fiqh yang sekian banyak dan bermacam-macam itu."
Bahkan, kewujudan pelbagai mazhab dalam Islam adalah satu rahmat dan kekuatan yang ada pada ajaran agama. Kepelbagaian mazhab membolehkan syariah Islam dilaksanakan oleh manusia pada semua tempat dan waktu yang berbeza mengikut kesesuaian masing-masing.

Maka sewajarnya kita menghormati dan menerima secara terbuka, serta berlapang dada terhadap pandangan dan pendapat mazhab yang lain. Hendaklah bersangka baik dengan pihak yang berbeza pendapat dalam masalah furu’ serta menjauhi sikap berburuk sangka.

Juga jangan sesekali menyalahkan antara satu sama lain kerana hakikatnya dalam masalah furu’ ini tidak ada satu pihak yang benar-benar memegang kebenaran. Kebenaran mungkin berada pada semua pihak yang berbeza pandangan tersebut. Dengan itu mereka semua berada pada pihak yang benar.

Perkara ini dapat kita saksikan dalam satu peristiwa daripada sebuah hadis Rasulullah SAW: "Rasulullah pernah memerintahkan sahabatnya yang akan pergi ke perkampungan Bani Quraizah supaya tidak bersolat Asar, kecuali setelah sampai di perkampungan tersebut. Namun waktu Asar telah tiba semasa mereka masih lagi dalam perjalanan.

Lalu ada sahabat yang bersolat dan ada yang menangguhkan sehingga sampai ke perkampungan tersebut. Apabila perkara ini diceritakan kepada Rasulullah SAW, Baginda SAW tidak mengecam atau memarahi perbuatan kedua-dua golongan sahabat tersebut." (Riwayat Bukhari & Muslim)
Perselisihan pendapat golongan ulama pada masalah cabang juga adalah rahmat ALLAH terhadap hamba-Nya. Oleh kerana ada perbezaan maka mudah bagi hamba ALLAH untuk melakukan amal ibadat.

Sebagai contoh; Dalam masalah wuduk bagi mereka yang hendak tawaf, mengikut Mazhab Syafie batal wuduk dengan sebab bersentuh perempuan yang bukan mahram, hatta isteri sendiri pun.
Maka dengan realiti keadaan yang kita maklumi di dalam Masjid Haram, terutamanya ketika bersesak-sesak tawaf, bagi yang bermazhab Syafie amatlah sukar dan mungkin mustahil untuk menjaga wuduk, maka di haruskan bagi kita bertaklid (mengikut pendapat) mazhab yang mengatakan tidak batal wuduk dengan sebab bersentuh perempuan yang halal nikah.    

Tetapi apabila seseorang itu hendak bertaklid dia hendaklah mengikut syarat-syarat bertaklid. Ini harus dibincangkan dalam babnya yang khas.

Walaupun umat Islam pada hari ini secara umumnya berpegang dan terdiri daripada mazhab yang berbeza, namun mereka perlulah mencontohi sikap yang diamalkan oleh setiap imam mazhab. Mereka ini bekerjasama dalam perkara yang disepakati dan bertolak ansur dalam perkara yang tidak dipersetujui.

Contohi Akhlak Mulia
Lihat beberapa contoh akhlak mulia dan peribadi unggul imam ini dalam menerima dan menghormati perbezaan dengan mazhab lain.
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur telah mencadangkan kepada Imam Darul Hijrah, Malik bin Anas RHM supaya menyebarkan kitabnya, Al-Muwatta' ke seluruh pelosok dunia dan agar menjadikannya pegangan bagi setiap orang (yakni tidak boleh menerima pandangan lain lagi).

Imam Malik menjawab: "Wahai Khalifah, janganlah tuan melakukan sedemikian, kerana orang ramai telah pun menerima pandangan-pandangan lain yang berbeza daripada sahabat dan ulama lain, mereka juga telah mendengar hadis-hadis dan meriwayatkannya."

Bagi setiap kaum ada pandangan-pandangan ulama yang sampai kepada mereka serta telah lama beramal dengannya. Mereka juga telah memahami perkara khilaf, maka untuk memaksa mereka meninggalkan pegangan mereka (kepada Muwatta') adalah sesuatu yang berat dan sukar.  Oleh itu biarkanlah manusia dengan ilmu yang mereka terima, dan setiap negara itu masing-masing telah memilih amalan untuk diri mereka." (Ibnu Saad, Tabaqaat al-Kubra: 1/440)

Ini menunjukkan betapa kefahaman dan ketinggian ilmu Imam Malik serta ketakwaannya. Kerana ramai dalam kalangan golongan yang berbeza pandangan, pada mana-mana zaman, sekiranya mereka mampu untuk mempengaruhi mana-mana pemerintah, pastilah mereka menggunakannya untuk mengalahkan orang yang berbeza pandangan dengan mereka!.

Berdasarkan kepada realiti, semua ini memang terjadi dan sejarah umat ini telah banyak membuktikannya. Terdapat kalangan pengikut mazhab tertentu yang telah mempengaruhi pemerintah untuk mengalahkan seteru mereka, sama ada dengan melucutkan jawatan atau menyakiti ulama lain. Maka dalam hal ini, tidak boleh kita mencerca orang lain, janganlah setiap orang mengaku mereka adalah golongan yang benar.

Namun jika kita yakin pegangan kita adalah betul, bertepatan dengan al-Quran dan Sunnah, maka wajiblah kita berdakwah dan menyebarkannya, tetapi hendaklah mengikuti akhlak dan adab berkhilaf, jangan sampai mencerca.

Jauhi cercaan
Peliknya, ramai kalangan manusia yang sangat warak dan sangat menjaga daripada memakan makanan haram, meminum arak atau menonton filem-filem lucah, tetapi amat susah untuk menjaga lidahnya daripada bercakap dan mencerca kehormatan orang lain.  Kamu akan dapati mereka dengan sewenang-wenangnya menghina, menuduh dan mencerca ulama lain yang tidak sealiran dengan mereka, tidak kira sama ada yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia, tanpa memikirkan kesan dan dosa akibat daripada perkataan mereka itu. Boleh jadi orang yang mereka cerca itu telah lama berada di dalam syurga!

Bersikap sederhana
Setiap mazhab yang berbeza pandangan dalam perkara tertentu mempunyai persamaan dalam banyak perkara yang lain. Oleh itu, kita mestilah menumpukan perhatian kepada usaha melaksanakan apa yang dipersetujui bersama bukan kepada perbezaan antara mazhab.

Kita juga tidak boleh melampau dalam sesuatu pandangan yang dipegang. Syariat Islam ialah agama yang sangat menganjurkan kesederhanaan. Ini termasuklah juga dalam perkara yang berkaitan dengan mazhab. Pegangan terhadap sesuatu mazhab hendaklah secara sederhana dengan menerima kemungkinan adanya kesilapan pada pihak diri sendiri dan adanya kebenaran pada pihak orang lain.

Kepelbagaian mazhab adalah satu rahmat dan anugerah ALLAH kepada umat Islam. Mereka tidak wajib terikat dengan sesuatu pandangan sahaja dalam hidup. Ini memudahkan umat Islam untuk menjalani kehidupan yang berbeza mengikut perbezaan tempat dan waktu dan menghadapi cabaran hidup dengan penuh hikmah dan bijaksana.

Dengan itu perbezaan mazhab bukanlah sesuatu yang patut menjadi asas kepada perpecahan dan perbalahan sesama umat Islam, bahkan satu anugerah dan rahmat daripada ALLAH yang harus disyukuri dan menjadi asas perpaduan.
 
kredit sinar harian

Mufti Pulau Pinang Sahkan GST Adalah Haram


Pelaksanaan cukai barangan dan perkhidmatan (GST) oleh kerajaan pada masa kini telah menimbulkan banyak masalah dan menyukarkan kehidupan golongan berpendapatan rendah.

Mufti Pulau Pinang, Datuk Dr Wan Salim Wan Mohd Noor berkata, sebarang tindakan dan polisi membebankan serta menganiayai rakyat adalah haram kerana bercanggah dengan nilai keadilan yang dikehendaki Islam seperti diperintahkan oleh ALLAH SWT kepada kerajaan untuk menegakkannya.

“Seperti yang semua sedia maklum, memang kita sering mendengar rungutan terhadap sistem percukaian sedemikian (GST) sejak awal ia diperkenalkan lagi.

“Secara umum, saya bersetuju. GST seperti dilaksanakan pihak kerajaan telah menimbulkan masalah dan menyukarkan kehidupan golongan berpendapatan kecil,” katanya kepada Sinar Harian, semalam.

Kelmarin, Dewan Ulamak Pas melalui ketuanya, Datuk Dr Mahfodz Mohamed berkata, GST perlu dihapuskan kerana kaedah pencukaiannya adalah haram dan tidak menepati syariat Islam.
Oleh itu, Wan Salim berkata, dari perspektif Islam, cukai tidak harus dikenakan ke atas golongan miskin dan berpendapatan rendah.

“Sebaliknya, antara tujuan cukai dipungut ialah untuk membantu meningkatkan taraf hidup rakyat jelata yang memerlukannya, di samping melaksanakan pembangunan negara dalam pelbagai sektor,” katanya.

Sehubungan itu, Wan Salim mencadangkan agar pelaksanaan GST dapat dikaji semula supaya ia lebih adil dan tidak membebankan golongan berpendapatan kecil.

Beliau berkata, cukai seperti itu sepatutnya dihadkan hanya kepada golongan kaya, termasuk syarikat-syarikat korporat.
“Pihak kerajaan perlu menentukan had minimum pendapatan individu dan syarikat untuk dikenakan GST,” katanya.

Membesarkan Anak-Anak Yang kita Sayangi Perlukan Kesabaran Yang Tinggi, Ini Ada 7 Tips Penting Untuk Ibu Yang Mahu Membina Keluarga Jadi Lebih Baik

Andai kita mendapat apa yang diinginkan mesti kita akan suka dan gembira, bahkan menjaganya dengan baik. Begitulah juga anak, walaupun pelbagai ragam sebagai ibu hendaklah menerima hakikat bahawa ragam anak-anak kecil sememangnya begitu, lasak.

Menghadapi karenah dan gelagat anak-anak yang sedang membesar merupakan situasi yang memerlukan kesabaran dan komitmen yang tinggi. Anak-anak yang gemar bergaduh, berebutkan barangan mainan, menyelerakkan peralatan rumah memberikan ujian yang tinggi untuk ibu bapa mengendalikannya.

Terdapat beberapa tips bagi para ibu untuk berhadapan dengan anak-anak kecil yang pelbagai karenah ini:

#1 – Banyakkan Berdoa
Doa merupakan jalan terpenting dalam menangani apa jua keadaan. Tambahan lagi doa dari seorang ibu mudah dimakbulakn oleh Allah s.w.t.

Berdoalah agar anak-anak kita dilembutkan dan senang dikendalikan, selain itu seorang ibu juga harus berdoa agar diberi kesabaran dan ketenangan dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.

#2 – Sentiasa Bersabar
Kesabaran sangat penting bagi seseorang ibu untuk mengatasi karenah anak-anak yang sedang membesar. Melalui kesabaran inilah ibu masih mampu mengendalikan anak-anak melaui pujukan, nasihat.

Bahkan sabar juga sangat penting apabila seseorang ibu itu berada dalam keadaan beremosi yang memungkinkan dia memarahi anak-anaknya mahupun memukul mereka.

Rasulullah s.a.w telah memberi contoh yang baik melalui kelembutan, dakwah akan lebih mudah diterima. Jadi sabar itu sangat penting untuk menjadikan ibu bapa itu lembut dan terkawal emosinya.

#3 – Banyakkan Mengingati Tuhan
Banyakkanlah mengingati Allah, dengan mengingati Allah menjadikan kita seorang yang lebih tenang dan membentuk kesabaran dalam diri. Ini sangat membantu dalam memenangi anak-anak. Sentiasa menyebut 99 nama Allah juga menambahkan keberkatan dalam didikan.

Alunan ayat-ayat al-Quran memang sebaik-baiknya dibaca setiap hari oleh ibu bapa dalam proses membesarkan anak-anak. Seperti dengan membaca surah Yasin dapat melembutkan hati anak-anak. Selain itu, banyakkan istighfar dan mengingati Allah untuk menjauhkan gangguan syaitan.

#4 – Memberi Pujian
Ibu bapa seharusnya memberikan pujian kepada setiap kejayaan atau tindakan baik yang dilakukan oleh anak-anak. Ini sedikit sebanyak memberi semangat dan galakan kepada mereka untuk meneruskan perbuatan baik itu.

“Wah… rajinnya anak mama, tolong kemaskan barang mainan. Macam nilah Allah sayang.”

Setiap anak sangat sukakan belaian dan kasih sayang, dengan memberi pujian akan membuatkan anak-anak tahu bahawa ibunya sangat mengasihinya.

Anggaplah usia anak yang masih kecil berkelakuan nakal dan aktif ini hanya sementara. Layanilah karenah mereka tanpa rotan, dan amarah. Pujian kadang-kadang lebih berkesan daripada menghukum.

#5 – Ibu Yang Sihat
Setiap ibu mestilah dalam keadaan sihat, bertenaga dan terkawal emosinya. Oleh itu, seseorang ibu itu mestilah cukup tidur, cukup minum air, tidak manahan lapar serta terbawa-bawa akan permaslahan lain ketika mengasuh anak-anak.

Ini akan membuatkan sesorang ibu itu mudah tertekan dan melepaskan tekanan itu kepada anak-anaknya. Kadang-kadang inilah yang menjadi punca kepada kes penderaan.

#6 – Fahami Keadaan Anak-anak
Memahami keadaan anak juga sangat penting. Anak-anak mestilah dalam keadaan sihat, tidak lapar, tidak sakit bagi mengelakkan anak-anak tidak selesa dan menganggu ibu mereka. Contohnya jika anak membuang air besar, sudah pasti mereka merengek lantaran tidak selesa.

Kadang anak-anak sering melakukan pelbagai karenah hanya kerana mereka ingin perhatian dan kasih sayang. Lalu, berilah tumpuan dan masa untuk mereka, seperti menemani mereka membuat kerja sekolah, membawa anak-anak beriadah bersama-sama dan sebagainya.

#7 – Bersyukur Dan Sentiasa Gembira
Selalunya jika kita mendapat apa yang diinginkan dan gembira mendapatnya mesti kita akan suka dan gembira, bahkan menjaganya dengan baik.

Begitulah juga anak, walaupun banyak ragam dan karenah sebagai ibu haruslah menerima hakikat bahawa ragam anak-anak kecil sememangnya begitu, lasak dan ada ragam yang tersendiri. Bayangkan hidup tanpa anak-anak, pasti akan rasa kosong dan sunyi.

Sememangnya bukan mudah untuk membesarkan dan mendidik anak-anak, terutamanya sewaktu kanak-kanak yang benar-benar menguji emosi dan fizikal ibu dan bapanya.

Terutamanya para ibu haruslah menanam kesabaran yang tinggi dari mula-mula berkahwin agar lebih bersedia untuk menjadi ibu yang penyabar.

Sesungguhnya besar pahala ibu bapa yang mendidik anak-anak ini, apatah lagi jika anak yang dididik itu berjaya di dunia dan akhirat.

Berpuasa Pada Hari Sabtu Dan Ahad Dilarang?.. Jawapan Ada di Sini


AL-KAFI #563: HUKUM BERPUASA SUNAT PADA HARI SABTU DAN AHAD

Soalan: 

Apakah hukum berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad?

Jawapan:

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله

Para ulama menjelaskan hukum mengerjakan ibadah puasa sunat semata-mata pada hari Sabtu atau Ahad adalah makruh. Begitu juga dimakruhkan melakukan puasa sunat pada hari Jumaat sahaja. (Lihat Tuhfatul Muhtaj dalam Hawasyi asy-Syarwani, juzuk 3/458, Nihayatul Muhtaj, juzuk 3/209 & Mughni Muhtaj, juzuk 2/ 184-185)

Nabi ﷺ  bersabda:

لاَ تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلاَّ فِيمَا افْتُرِضَ عَلَيْكُمْ وَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلاَّ لِحَاءَ عِنَبَةٍ أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهُ
Maksudnya: “Janganlah kamu berpuasa (semata-mata) pada hari Sabtu melainkan apa yang telah Allah fardhukan ke atas kamu. Jika seseorang daripada kamu tidak mendapati (pada hari apa-apa makanan) melainkan satu kulit anggur atau ranting pokok, maka hendaklah ia memamahnya (supaya kamu tidak dinamakan berpuasa pada hari itu)”

Riwayat Abu Daud (2421). Dinilai sahih oleh Al Al-Baani.

Nabi ﷺ  bersabda:

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

Maksudnya: “Janganlah seseorang daripada kamu berpuasa sunat semata-mata pada hari Jumaat melainkan berpuasa sebelumnya atau sehari selepasnya”.

(HR Bukhari :1849 dan Muslim: 1929)

Ulama menyatakan larangan di dalam hadis tersebut merujuk kepada larangan yang tidak putus (makruh). Manakala berpuasa semata-mata pada hari Ahad pula diqiyaskan kepada ibadah puasa pada hari Sabtu. Menurut Ulama sebab menjadikan perbuatan ibadah puasa semata-mata itu makruh adalah kerana hari tersebut merupakan hari yang diagong-agongkan oleh orang-orang Yahudi. Manakala hari Ahad, hari yang diagong-agongkan oleh Nasrani. (Lihat Hasyiah Qalyubi wal Umairah, juzuk 2/94 & Mughni Muhtaj, juzuk 2 / 185)

وقال النووي : قَالَ أَصْحَابُنَا ( يعني الشافعية ) : يُكْرَهُ إفْرَادُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ بِالصَّوْمِ فَإِنْ وَصَلَهُ بِصَوْمٍ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ أَوْ وَافَقَ عَادَةً لَهُ بِأَنْ نَذَرَ صَوْمَ يَوْمِ شِفَاءِ مَرِيضِهِ , أَوْ قُدُومِ زَيْدٍ أَبَدًا , فَوَافَقَ الْجُمُعَةَ لَمْ يُكْرَهْ . المجموع شرح المهذب ج/6 ص/479

Maksudnya: Telah berkata Imam An-Nawawi Rahimahullahu Taala : Telah berkata Ashab kami iaitu dikalangan ulama As-Syafii’yyah: Makruh semata-mata berpuasa sunat pada hari Jumaat, namun sekiranya bersambung puasa tersebut dengan hari sebelum atau selepasnya ataupun bertepatan hari Jumaat tersebut dengan adatnya sebagai contohya seseorang itu bernazar berpuasa apabila sembuh dari penyakitnya atau datangnya Zaid selalu pada hari Jumaat maka bertepatan perkara tersebut pada hari Jumaat maka puasa sunatnya tidak menjadi makruh. (Lihat Al-Majmu Syarh al-Muhazzab, Juzuk 6 / 479).

Dapatlah difahami bahawa, sekiranya ibadah puasa sunat tersebut dicantumkan pada hari sebelumnya atau selepasnya maka tidaklah makruh berpuasa sunat pada hari-hari tersebut kerana ia tidak lagi menyerupai amalan yang dilakukan oleh mana-mana kaum.

Nabi ﷺ  bersabda:

إِنَّهُمَا يَوْمَا عِيدِ الْمُشْرِكِينَ ، فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُخَالِفَهُمْ

Maksudnya: “Sesungguhnya kedua-dua ( hari Sabtu dan hari Ahad ) adalah dua Hari Raya bagi orang-orang musyrik dan aku mahu perbuatanku berbeza dengan mereka”.
(HR Ahmad : 44 / 330 – 331)

Begitu juga, tidak makruh mengerjakan puasa semata-mata Jumaat, Sabtu atau Ahad sekiranya hari-hari tersebut dianjurkan oleh syarak untuk berpuasa seperti Hari Asyura atau  Hari Arafah yang jatuh bertepatan pada hari-hari berkenaan atau tidak makruh bagi mereka yang megerjakan puasa sunat Nabi Daud (puasa selang seli diantara berpuasa sehari dan berbuka sehari) atau tidak makruh juga mereka yang mengerjakan puasa Qadha’ atau puasa nazar. (Lihat Nihayatul Muhtaj, Juzuk 3 / 209)

Wallahu alam.

Baca Doa Ini Di Akhir Sujut Solat, Manfaatnya Sangat Luar Biasa


1. Mintalah Diwafatkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah

اللهم إني أسألك حسن الخاتمة
Allahumma inni as’aluka husnal khotimah

Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah”


2. Mintalah Agar Kita Diberikan Ruang Taubat Sebelum Wafat

اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat”


3. Mintalah Agar Hati Kita Ditetapkan di Atas Agamanya

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika

Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU”

Lakukanlah kebaikan walau sekecil manapun, kerana kita tidak mengetahui amal kebaikan apakah yang dapat membawa kita masuk ke Surga  dengan sebab rahmat Allah

7 Khasiat Air Kurma Yang Ramai Orang Tidak tahu Tetapi Sangat Diperlukan Pada Masa Ini


Amalkan setiap hari untuk mendapatkan tubuh yang cergas, minda yang cerdas, mata yang sihat dan badan yang bertenaga! Air nabeez adalah air rendaman kurma di rendam dalam air masak semalaman (dalam bekas yang bertutup) dan diminum keesokkan paginya. 

Sumber mengatakan: air nabeez nie kegemaran rasullah s.a.w. Nabi akan rendam beberapa butir kurma atau kismis (salah satu) di dalam air untuk semalaman (dalam bekas bertutup) + minum air rendaman kurma tu diwaktu pagi. Air tu nabi minum & buah kurma yang dah lembik tu, nabi telan sekali. Oleh itu air nabeez nie dikatakan sebagai sunnah nabi.
Terlalu banyak khasiat kurma yang menjadi sunnah Rasullah s.a.w. ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, akan menyebabkan penghuninya kurang sihat”. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Berilah makanan kurma pada wanita yang hamil sebelum dia melahirkan, sebab yang demikian itu akan menyebabkan anaknya menjadi seorang yang tabah dan bertaqwa (bersih hatinya)”.

Sabda Rasulullah SAW :
“Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu”. (Riwayat Shahih Al-Bukhari)

Dari segi kesihatan tubuh badan, kurma telah dibuktikan sebagai:-

1. Pemberi & pemulih tenaga (ini antara sebab kita disunatkkan memakan kurma sebaik berbuka puasa)
2. Tinggi kandungan fiber ~ mengelakkan kolestrol jahat dari terkumpul di dalam badan. Sangat bagus dalam mengelakkan sembelit (atau meredakan & memulihkan diri dari sembelit)
3. Pemberi zat besi yang sangat bagus.
4. Kaya pottassium ~ penting dalam penjagaan jantung & menstabilkan tekanan darah


Khasiat Air Nabeez
Air nabeez nie adalah minuman berakali, yang mampu menolong membuang asid dari perut dan sistem pencernaan badan. Juga membantu badan untuk menyingkirkan bahan toksin dari badan. Dalam ertikata lain sebagai detox. Disebabkan air nabeez nie tinggi kadar fiber, ia mampu membantu proses pencernaan yang baik dan meningkatkan / menajamkan fikiran. Agar kita tidak mudah lupa. Sangat bagus untuk memulihkan lemah tenaga batin.

Cara Membuat Air Nabeez
Rendam beberapa butir kurma (seelok2nyer bilangan ganjil) ke dalam air masak dalam jug air / gelas. Seelok2nyer dibuat waktu petang / malam, dan pastikan jug air / gelas tu bertutup. Keesokkan paginyer (dalam 8-12 jam selepas direndam), air tu bole diminum & buah kurma yang telah lembut tu dimakan begitu sahaja.

1. Tuangkan air minuman ke dalam gelas sebelum tidur.
2. Rendam kurma dalam air minuman tersebut..
3. Minum air rendaman dan makan kurma itu keesokan paginya sebelum sarapan.


Kurma yang elok digunakan adalah kurma ajwa. Tapi kalo takde kurma ajwa ~ sebarang kurma lain pun boleh.
Pantang larang dalam membuat air nabeez
Hanya gunakan salah satu daripada buah2an pada satu2 masa. Tak boleh campurkan kurma & kismis untuk membuat air nabeez. Maksudnyer kena buat dalam 2 bekas yang berasingan kalau nak minum nabeez kurma dan nabeez kismis. Air nabeez nie kalo disimpan di dalam peti ais ~boleh tahan 1 – 2 hari.

Mengejutkan Tindakan Siti Kasim!! Ini Respon Dr Fathul Bari.


Konflik yang berlaku di antara Siti Kasim dan Dr Fathul Bari berkaitan dengan Dr Zakir naik berterusan dengan tuduhan demi tuduhan oleh Siti Kasim. Jom ikuti, apa respon Dr Fathul Bari :

AUNTIE SITI KASSIM JANGAN EMOSI
Saya merujuk kpd video Auntie Siti Kassim :
http://lynk.my/XY09

1. Maaf Auntie Siti Kassim, saya tidak tahu bahawa ada 3 org muslim di antara 19 aktivis yg memfailkan saman. Itu kelemahan saya. Maka, dgn ini saya tambahkan lagi seorg utk cadangan bertemu Dr Zakir Naik, so jadi 3 org lah. Auntie Siti Kassim, akak Asiah Jalil dan Mujahidin. Is it ok?
2. Auntie Siti tanya saya kenapa tak jemput 19 org semua sekali. Auntie Siti Kassim; saya dah sebut tempoh hari, Hindraf tidak relevan. Dan saya khususkan jemputan utk auntie siti kassim, akak Asiah Jalil serta mujahidin adalah kerana saya kasihkan kalian kerana Allah. Kalian adalah saudara seislam saya. Sebab itu, pertemuan ini akan dilaksanakan secara harmoni dan sejahtera tanpa sbrg provokasi mahupun diskriminasi. Saya berikan jaminan. Ini janji saya sbg seorg muslim. Kalau Auntie Siti masih bimbang, boleh lah bawa Body Guard atau bonzer. Jika Dr Zakir Naik buka silat, maka body guard auntie boleh karate dia 😂 Gurau saja Auntie.
3. Auntie Siti Kassim, Dr Zakir Naik sangat terkenal dgn open debate. Beliau pernah berdialog dalam majlis yg dihadiri hampir sejuta manusia di India. Org beragama Islam, Hindu, Budha, Kristian dan lain2 semuanya pernah hadir ke majlis beliau dan berdialog dgn beliau. Jadi, takkanlah dia takut nak berdepan dgn 19 org. Be rasional la Auntie Siti Kassim. Sebenarnya ini satu penghormatan utk Auntie Siti Kassim, kak Asiah Jalil dan Mujahidin. Dr Zakir Naik yg popular di peringkat antarabangsa sudi meluangkan masa bertemu dgn 3 org yg TERPILIH. kalau saya, saya akan kata : WOW, Ma Sya Allah 😉
4. Saya belum mengaturkan apa2 pun berkaitan dgn cadangan pertemuan ini melainkan hanya bertanyakan persetujuan Dr Zakir Naik dan Auntie Siti Kassim serta akak Asiah Jalil. Dr Zakir telah berikan respon bersetuju dgn syarat pertemuan yg bermanfaat dan berniat baik serta bertujuan merungkaikan salah faham. Adapun Auntie Siti Kassim asyik mengelat, konar2 dan pusing2. Last2, saya yg nak harmonikan keadaan pulak kena marah dan dituduh nak buli Auntie Siti Kassim. Saya tengok Auntie Siti pun saya dah takut. Takkanlah berani saya nak buli. Subhanallah. Tak baik la Auntie Siti Kassim. Akak Asiah Jalil tak marah pun saya 😭.

tips berdoa yang orang tidak tahu



Panduan berdoa menurut dalil-dalil sohih & hasan serta fatwa ulama yang terbaik. Semua yag saya senaraikan di bawah mempunyai dalil-dalilnya. Tiada wujud petik jari untuk menambah perisa ibadah berdoa yang khusus ini. Ringkasannya adalah  

a) Meyakini akan dimaqbulkan 
b) Faham apa yang dihajati sewaktu melafazkannya  
c) Bersihkan diri selalu dari dosa  
d) Mengangkat tangan serta rapatkan kedua belah telapak tangan sewaktu doa berdasarkan hadis dari Ibn Abbas. Sebahagian ulama berijtihad mengatakan tidak perlu angkat tangan ketika doa bagi situasi specifik pada sesuatu masa atau tempat contoh khatib berdoa atas mimbar. 
e) Bacalah doa dari al-Quran dan Hadis serta lainnya.  
f)  Mulakan bacaan doa dengan pujian kepada Allah dan ditutupi juga dengan puji-pujian kepada Allah serta selawat & salam ke atas junjungan besar Nabi salla Allahu 'alaihi wasallam.  
g) Berwudhu semasa doa.  
h) Menghadap kiblat sewaktu berdoa.  
i)  Doa dengan suara yang rendah dan tersembunyi tetapi bukan di dalam hati. 
j)  Tidak perlu berlagu berlebihan.  
k) Banyak doa di waktu senang dan selesa agar lebih mudah diterima sewaktu sukar dan derita.  
l)  Tidak jemu dan berulang-ulangkan doa itu.  
m) Jangan sesekali mengatakan doaku tidak dimaqbulkan walau telah lama berdoa.  
n) Menggunakan katanama yang betul seperti aku untuk diri sendiri  atau untuk orang ramai. Jangan baca untuk diri sendiri ketika berdoa untuk jamaah. 
o) Tidak mengangkat pandangan dan kepala ke langit sewaktu berdoa. 

Selamat beramal... Insha Allah. 
#DrZaharuddinAbdRahman